Categories
General

Jual Sayuran dengan Media Aplikasi

Munculnya beberapa start up (perusahaan rintisan) memotong panjangnya mata ran tai penjualan hasil pertanian. Salah sa tunya adalah Limakilo.id yang menjual hasil panen petani binaan berupa sa yur an organik, bahan olahan, cabai, dan bawang merah, “Saat ini kami fo kus untuk komoditas bawang merah. Bawang merah memiliki karakteristik unik dan sudah menjadi fakta umum jika bawang merah merupakan salah satu penyumbang inflasi pangan terbesar,” terang Lisa Ayu Wu landari, Chief Operating Officer li makilo.id, baru-baru ini kepada AGRINA

Melibatkan Langsung petani

Menurut Lisa, tujuan dibuatnya limaki lo adalah memberi alternatif pa sar tambahan untuk petani agar bisa men jual hasil panennya, terutama ba wang merah, langsung ke konsumen. Setiap produk yang tertera di web li ma ki lo.id dicantumkan keterangan da ri ma na dan siapa produsen hasil pa nen tersebut. “Saat ini petani yang bergabung bersa ma kami dari Brebes, Bandung, dan Yog ya serta akan segera menyusul petani dari Jawa Timur. Petani dilibatkan secara langsung mulai dari penentuan harga akhir, jadwal penanaman, teknologi penanaman, dan lainnya,” jelas perempuan berlatar belakang pendidikan manajemen bisnis ini. Ia menuturkan, pihaknya mena namkan kepada petani bahwa bisnis limaki lo bukan hanya milik mereka, tetapi juga petani punya andil. “Nama kami PT Limakilo Majubersama Petani, kami ingin bersama-sama dengan petani Indonesia dapat memperbaiki kesejahteraan dan sistem di sisi petani, baik sistem pemasaran, pemodalan, maupun lainnya agar lebih efisien dan produktif,” paparnya. Alumnus STT Telkom Bandung itu berharap, dengan adanya limakilo.id dapat tercipta pasar yang adil, harga ha sil panen stabil sepanjang tahun, dan akhirnya kesejahteraan petani meningkat.

Pre order, Lebih Murah

Sistem penjualan dalam limakilo adalah pre-order (pemesanan) dan pembayaran dilakukan via transfer bank dengan estimasi pengiriman mak simal dua minggu setelah order. Pemesanan dibuka selama seminggu. Pada akhir minggu, Lisa memesan produk langsung ke petani. Harga produk 10% lebih murah jika dibandingkan harga pangan di Jakarta karena me motong rantai distribusi dan semakin murah jika jumlah pemesanan semakin banyak. Sesuai nama perusahaan, pemesan an minimal sebanyak 5 kg. “Lima kilo merupakan jumlah yang pas. Secara filosofi angka lima adalah angka tengah di bilangan 1- 10 serta jari kanan dan kiri diciptakan masing-masing lima. Angka ini kami simbolkan sebagai keseimbangan sesuai dengan visi kami untuk menciptakan fair trade bagi petani,” cetusnya. Saat ini, Lisa dan tim baru mem bidik pasar di Jakarta, Depok, Tange rang, Bekasi. Alas annya, penetrasi pasar online dan kebiasaan masya ra katnya sudah mendu kung un tuk sistem yang mereka kami tawarkan.

Awal Terbuka Peluang

Sejarah limakilo, menurut Li sa, bermula dari Arif Setiawan dan Walesa Danto dengan latar bela kang teknologi informasi yang meng ikuti lomba dengan tema masalah pangan di Indo nesia. “Agar ada sentuhan bisnis, mereka mengajak saya, kemudian merancang prototype platform yang menghubung kan petani untuk berjualan hasil panennya langsung ke konsumen akhir,” ungkapnya. Limakilo.id kemudian secara resmi ber operasi dalam bentuk perusahaan sejak April 2016, dan ia bersama dua orang mitranya sebagai co-founder. Wa lesa Danto sebagai Product Develop ment, Lisa Ayu sebagai Marketing and Operation serta Arif Setiawan meng awasi bidang Technology. Enam bulan awal pembiayaan start up ini masih menggunakan modal sendiri. Awal Juni silam, ada salah satu venture kapital yang mempercayai mereka dan menyuntik modal.